Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Tuesday, August 9, 2016

Rangkuman Bahasa Indonesia Kelas 3 SD - BAB III

Rangkuman Pelajaran Bahasa Indonesia
Kelas 3 SD
BAB III


A.  Menentukan Latar atau Setting dalam Cerita

Latar atau setting adalah waktu, tempat, dan suasana dalam cerita. Latar dibedakan menjadi 3, yaitu:

1.      Latar waktu

Contohnya: pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, hari Minggu, bulan Januari, dan lain-lain.

2.      Latar tempat

Contohnya: di rumah, di sekolah, di hutan, di kerajaan, di sungai, di gunung, dan lain-lain.

3.      Latar suasana

Contohnya: sedih, gembira, mendung, panas, hujan, ramai, sepi, dan lain-lain.

Contoh:

Kura-kura dan Angsa


Dahulu kala, di suatu danau di kota Magdha, hidup seekor kura-kura. Dua ekor angsa undan juga hidup di dekat sana. Mereka bertiga adalah teman yang sangat akrab.
Pada suatu hari, beberapa nelayan tiba di sana dan berkata, “Kita akan datang ke sini besok pagi dan menangkap ikan dan kura-kura.”

Pada waktu kura-kura mendengarnya, dia berkata kepada angsa-angsa undan, ” Apakah kalian dengar apa yang dikatakan nelayan-nelayan tadi. Apa yang akan kita lakukan sekarang?’
“Kami akan melakukan apa yang terbaik”. “Saya sudah pernah melewati waktu yang sangat mengerikan dahulu”, kata kura-kura. “Jadi bisakah engkau membantu saya pergi hari ini ke danau yang lain?
“Tapi itu tidak aman untuk kamu dengan merangkak ke danau yang lain”, kata angsa-angsa undan.“Baik, kamu bisa mengangkat saya ke sana dengan menumpang dua di antara kamu” jawab kura-kura sambil merasa bahagia sekali dengan dirinya sendiri. “Bagaimana kita bisa melakukannya?” Tanya angsa-angsa undan. “Masing-masing bisa memegang ujung kayu di paruhmu sementara saya memegang kayu tengahnya di mulutku. Kemudian jika kamu terbang, saya bisa ikut dengan kamu”, kata kura-kura. “Rencana yang bagus sekali”, kata angsa-angsa undan. “Tapi ini juga sangat berbahaya karena kalau kamu membuka mulutmu untuk bicara, kamu akan terjatuh. “Apakah kamu mengira saya begitu bodoh?” Tanya kura-kura. Kemudian pada waktu angsa-angsa undan itu terbang sambil mengangkat temannya si kura-kura di kayu, mereka terlihat oleh beberapa orang penggembala sapi yang berada di bawah.

Karena terkejut, para penggembala itu berkata, “Sesuatu yang aneh, lihatlah! Angsa-angsa undan sedang membawa kura-kura ke suatu tempat.“Wah, kalau kura-kura itu jatuh kita akan memanggangnya”, kata salah satu gembala sapi. “Saya akan memotong dia menjadi bagian-bagian kecil dan memakannya” kata yang lain. Mendengar kata-kata yang begitu kasar dari para gembala sapi, kura-kura lupa di mana dia sedang berada kemudian berteriak dengan marah, “Kamu akan makan abu.” Pada saat dia membuka mulutnya, ia kehilangan genggamannya dan dia pun jatuh terpelanting ke tanah dan langsung disambar oleh gembala sapi kemudian dibunuh.
Angsa-angsa undan dengan sedih melihat kehancuran teman mereka (si kura-kura) dan dengan putus asa mengharap bahwa dia seharusnya mendengar nasihat mereka untuk tidak membuka mulutnya.
Oleh karenanya, nasehat yang baik itu tidaklah ternilai harganya.

Latar tempat           : Di danau di Kota Maghda

Latar waktu            : Pagi hari

Rangkuman Bahasa Indonesia Kelas 3 SD - BAB I

Rangkuman Bahasa Indonesia
Kelas 3 SD
BAB I


A.  Menentukan Watak/Sifat Tokoh dalam Cerita

Watak tokoh berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi 3, yaitu:

1.      Tokoh Antagonis

Tokoh antagonis adalah tokoh yang memiliki sifat jahat/jelek

2.      Tokoh Protagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki sifat baik

3.      Tokoh Tritagonis

Tokoh tritagonis adalah tokoh penengah atau yang melerai antara tokoh antagonis dan tritagonis.

Contoh:

"Hooi, teman-teman? Nuni Nuri, Kiki Kutilang, Gaga Gagak, hooi, lihat, coba lihat sayapku.., lihat, indah kan?" kata Caca Capung. Caca Capung, bangga sekali ia dengan sayapnya. Memang indah sih, tapi…"Huuh, coba deh lihat si ulat bulu, teman-teman. Rupanya jelek sekali. Heh, ulat bulu, ngapain kau lihat-lihat kita. Kau pikir rupamu seindah kami," ujar Caca Capung ketus. Caca Capung menjadi sombong memiliki sayap yang indah. Bukan hanya ulat bulu yang tidak suka padanya. Tapi, teman-temannya, Nuni Nuri, Kiki Kutilang, dan Gaga Gagak juga sebal pada Caca Capung. Ulat bulu hanya bisa menahan kesal saja dalam hati ”Hmmh.., biarlah Caca Capung berkata apa saja yang ia suka. Suatu hari aku akan beri kejutan untuknya.” Hebat Si Ulat bulu, walaupun diejek, ia tetap tegar. Ia menganggap semua ejekan Caca Capung angin lalu. "Hai Ulaat, ulaat bulu, ulaat jelek, tampakkanlah wujudmu," sahut Caca Capung. Ada apa tuh? Caca Capung mau cari gara-gara lagi ya? Sepertinya ia kehilangan Ulat bulu. Sudah beberapa hari ini, Si Ulat tidak menampakkan diri. Caca Capung kebingungan mencarinya.

Walaupun sering diejek, Caca Capung merasa Ulat bulu adalah satu-satunya binatang yang peduli dengannya. "Ulaat jelek, ulaat jelek, ulat bulu jelek keluar dong, ayolah keluar, tak usah malu dengan rupamu yang buruk," sahut Caca Capung yang terbang kesana kemari mencari Ulat bulu. Duh, maunya apa sih Caca Capung, kerjanya hanya buat onar saja. Eh, eh, tapi, ada apa di sebelah sana? Sepertinya, penduduk hutan sedang berkumpul. Mereka nampak membicarakan sesuatu. Ada pesta yang sangat meriah. Nampaknya semua penghuni hutan bergembira. Mereka kedatangan penghuni baru, seekor kupu-kupu, iya, iya, seekor kupu-kupu yang sangat cantik. "Uuh, siapa tuh, seekor kupu-kupu, indah sekali sayapnya. Waaah," ujar Caca Capung melihat keindahan sayap kupu-kupu. "Hai Caca, Caca, Caca Capung. Hihihi" Caca Capung kaget karena mendengar suara yang sepertinya ia kenal. "Hmmm, siapa ya yang tadi memanggilku, siapa ya, sepertinya aku kenal," kata Caca Capung. ”Caca, Caca, ayo, kita ikut berpesta," terdengar suara memanggil. Caca Capung masih penasaran dengan suara itu. Tahu ngga, itu suara siapa? "Kedengarannya sih seperti suara Si Ulat bulu. Tapi, aku sama sekali tak melihat Si ulat bulu? Eh, bener ngga sih, itu suara Si Ulat," ujar Caca Capung dalam hati. “Hai.. Caca, ini aku, temanmu yang selalu kau ejek, Si Ulat Bulu.” kata Si Kupu-kupu cantik. Benar, suara itu adalah suara Si Ulat Bulu yang selalu diejek Caca Capung. "Ooh, kok bisa sih?" ujar Caca Capung merasa heran melihat si Ulat Bulu yang selalu ia ejek dulu. "Bisa dong!

Setelah ulat bulu tertidur panjang dan terbangun, ia akan berubah bukan lagi menjadi ulat, tetapi menjadi seekor kupu-kupu cantik," ujar si Kupu-kupu. "Ka, Kau, Si Ulat, Si Ulat yang selalu kuejek?" ujar Caca Capung merasa tidak percaya. Wah, lihat, Caca Capung gelagapan gitu, hihihi.. dia kaget karena teman yang selama ini diejeknya, menjadi cantik dan indah. "Ma, maaf, ya Ulat bulu, aku janji takkan sombong lagi," ujar Caca Capung yang menyadari kesalahan yang telah dilakukannya.

Tokoh-tokoh dan wataknya:

1.        Capung = sombong, suka mengejek (antagonis)

2.        Ulat bulu = tegar dan baik hati (protagonis)

3.        Kutilang, Nuri, Gagak = baik

Lihat juga
Rangkuman Bahasa Indonesia Kelas 3 SD-BAB II
http://ringkasankejadian.blogspot.co.id/2016/08/rangkuman-bahasa-indonesia-kelas-3-sd_9.html